TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

NAMA : FITRIA DEWI RAHMAWATI 
NIM : 20060484002 
KELAS : 2020A 

1. Pengalaman yang saya alami : 
Pengaruh kecemasan pada siklus menstruasi 

2. Berdasarkan pengamatan orang lain : 
Menurut teman saya, kecemasan sangat berpengaruh pada siklus menstruasi. Karena, apabila siklus menstruasi tidak lancar akan membuat badan terasa tidak enak. 

3. Berdasarkan penelitian yang sudah ada: 
Kecemasan muncul dikarenakan adanya ketakutan atas sesuatu yang mengancam pada seseorang, dan tidak ada kemampuan untuk mengetahui penyebab dari kecemasan tersebut (Izzudin. 2006). Ketika siswi atau remaja tidak mengetahui penyebab ketidakteraturan siklus menstruasi yang dialaminya, maka kecemasan akan muncul sebagai reaksi dari ketidakmampuan berfikir logis terhadap masalah yang dialaminya dan sebaliknya ketika ia sudah mengetahui tentang penyebab ataupun memiliki pengetahuan baik tentang menstruasi maka kecemasan siswi terhadap ketidakteraturan siklus mestruasi akan berkurang.

4. Penjelasan dari literasi : 
Ketidakteraturan siklus menstruasi dialami oleh 20% remaja di Indonesia yang mengalami masalah menstruasi. Depresi rentan terjadi pada perempuan yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi karena situasi tersebut menimbulkan ketidakpastian yang mengakibatkan kecemasan. Kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti berkonsentrasi, mengingat dan pemecahan masalah. Faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu stressor, maturitas, keadaan fisik, usia, jenis kelamin, pengetahuan dan sosial ekonomi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi: potensi stressor, maturitas, keadaan fisik, selisih usia, jenis kelamin, pengetahuan dan sosial ekonomi, sedangkan faktor eksternal meliputi: ancaman terhadap integritas fisik dan ancaman terhadap sistem diri. Salah satu faktor internal yang menyebabkan kecemasan adalah pengetahuan (Stuart, 2006).




1. Permasalahn yang pernah saya alami: 
Pengaruh media sosial terhadap insomnia 

2. Berdasarkan pengamatan orang lain: 
Salah satu teman saya mengalami hal yang sama, menurut mereka pengaruh media sosial terhadap insomnia sangat besar mengapa demikian? Karena, menurut mereka media sosialo memiliki sifat membuat candu. 

3. Berdasarkan penelitian yang sudah ada: 
Di Indonesia sendiri berdasarkan rilis dari Kementrian Komunikasi dan Informasi pada tahun 2014 jumlah pengguna telah mencapai 82 juta lebih serta menduduki peringkat ke-8 terbesar di dunia. Angka persentasinya mencapai 23%, angka ini terbilang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan penggunaan internet di kawasan Asia Tenggara ataupun Australia.

4. Penjelasan dari literasi: 
Penggunaan Media Sosial ini dapat mempengaruhi kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Masalah umum yang sering muncul dalam penggunaan media sosial berupa gejala stress, gelisah, serta terjadinya Insomnia..Penggunaan media sosial dapat menimbulkan efek yang positif maupun negative bagi kesehatan, salah satunya gangguan tidur atau di kenal dengan insomnia.Insomnia merupakan ketidak mampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan tidur baik kualitas maupun kuantitas.



Referensi 
Sangging, Ni Kadek Marta Ayunita, Heni Setyowati, and Eko Mardiyaningsih. "Hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kecemasan terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi pada siswi kelas VIII DI SMP Negeri 1 Bergas." Jurnal Keperawatan Soedirman 9.2 (2014): 94-102.
Ahmad, Zamril, Yesi Maifita, and Sri Ameliati. "Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa: A Literature Review." Menara Medika 3.1 (2020).

Comments

Popular posts from this blog

JAWABA UAS, 8 JUNI 2021