revisi metodologi penelitian
NAMA : FITRIA DEWI RAHMAWATI
NIM : 20060484002
KELAS : 2020A
1. Pengalaman yang saya alami :
Pengaruh kecemasan pada siklus menstruasi
Saya pernah mengalami suatu kejadian seperti ini, dimana saya sedang stress dan merasakan kecemasan disitu lah siklus menstruasi saya teerganggu. Siklus menstruasi yang teerganggu mengakibatkan maju atau mundurnya tanggal menstruasi itu sendiri.
Pengertian kecemasan menurut para ahli
Kecemasan terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan menghadapi stres dengan cara yang berbeda, seseorang dapat tumbuh dalam suatu situasi yang menimbulkan distress berat pada orang lain (Videbeck, 2008).
Kecemasan muncul dikarenakan adanya ketakutan atas sesuatu yang mengancam pada seseorang, dan tidak ada kemampuan untuk mengetahui penyebab dari kecemasan tersebut (Izzudin. 2006).
Menurut Stuart (2006), pengobatan atau intervensi yang divalidasikan secara empiris yang dapat dilakukan pada kecemasan yaitu: menggambarkan perasaan cemas yang dialaminya, penyebab, mengidentifikasi masalah kecemasan dengan menghubungkan pengalaman saat ini dengan pengalaman yang relevan pada masa lalu, respon koping adaptif yang digunakan pada masa lalu dan penilaian ulang stressor.
Factor yang mempengaruhi kecemasan :
faktor faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu potensi stressor, maturitas, keadaan fisik, selisih usia, jenis kelamin, pengetahuan, sosial ekonomi, ancaman terhadap integritas fisik dan ancaman terhadap sistem diri. Menurut Stuart (2006),
akibat dari siklus menstruasi yang tidak baik atau berubah, akan mempengaruhi keseimbangan hormonal. Macam – macam siklus menstruasi yaitu siklus menstruasi yang baik maksudnya, siklus menstruasi yang sesuai dengan tanggal awal menstruasi dan biasanya anya maju 1-2 hari atau mundur 1-2 hari. Siklus menstruasi yang tidak baik adalah dimana mesntruasi itu tidak terjadi atau terlambat sampai 1 bulan atau lebih.
2. Berdasarkan pengamatan orang lain :
Menurut teman saya, kecemasan sangat berpengaruh pada siklus menstruasi. Karena, apabila siklus menstruasi tidak lancar akan membuat badan terasa tidak enak.
3. Berdasarkan penelitian yang sudah ada:
Kecemasan muncul dikarenakan adanya ketakutan atas sesuatu yang mengancam pada seseorang, dan tidak ada kemampuan untuk mengetahui penyebab dari kecemasan tersebut (Izzudin. 2006). Ketika siswi atau remaja tidak mengetahui penyebab ketidakteraturan siklus menstruasi yang dialaminya, maka kecemasan akan muncul sebagai reaksi dari ketidakmampuan berfikir logis terhadap masalah yang dialaminya dan sebaliknya ketika ia sudah mengetahui tentang penyebab ataupun memiliki pengetahuan baik tentang menstruasi maka kecemasan siswi terhadap ketidakteraturan siklus mestruasi akan berkurang.
4. Penjelasan dari literasi :
Ketidakteraturan siklus menstruasi dialami oleh 20% remaja di Indonesia yang mengalami masalah menstruasi. Depresi rentan terjadi pada perempuan yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi karena situasi tersebut menimbulkan ketidakpastian yang mengakibatkan kecemasan. Kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti berkonsentrasi, mengingat dan pemecahan masalah. Faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu stressor, maturitas, keadaan fisik, usia, jenis kelamin, pengetahuan dan sosial ekonomi.
1. Permasalahn yang pernah saya alami:
Pengaruh media sosial terhadap insomnia
Pengertian insomnia menurut para ahli :
Insomnia merupakan kesukaran dalam memulai dan mempertahankan tidur sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur yang adekuat, baik kuantitas maupun kualitas. Keadaan ini merupakan keluhan tidur yang paling sering dijumpai, baik yang bersifat sementara maupun persisten. Insmnia yang bersifat sementara umumnya berhubungan dengan kecemasan dan kegelisahan (Saputra, 2013)
Insomnia adalah salah satu gangguan tidur dimana seseorang merasa sulit untuk memulai tidur, Gangguan tidur yang terjadi yaitu lamanya waktu tidur atau kuantitas tidur yang tidak sesuai.Selain itu gangguan tidur yang terjadi berhubungan dengan kualitas tidur seperti tidur yang tidak efektif (Lawalata 2018).
Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling sering dijumpai. Biasanya timbul sebagai suatu gejala dari gangguan lain yang mendasarinya, terutama gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi atau gangguan emosi lainnya, Angka kejadian insomnia akan meningkat seiring bertambahnya usia, dengan gejala insomnia yang sering terjadi pada orang susah tidur (lnsomnia). kejadian insomnia sangaterat kaitannya dengan penggunaan sosial media dan jenis media sosial yang ada di dalamnya. Wydia Khristianty (2015).
Insomnia adalah gangguan tidur yang diderita/dialami Mahasiswa, Insomnia akut/ringan merupakan Insomnia yang berlangsung beberapa malam hingga beberapa hari. Insomnia sedang merupakan Insomnia yang biasanya berlangsung kurang dari tiga minggu. Insomnia berat/kronik merupakan Insomnia yang terjadi setiap saat menimbulkan penderitaan dan berlangsung sebulan atau lebih (kadang-kadang bertahun-tahun) yang diukur dengan berdasarkan alat ukurKSPBJ-IRS (Lisa Puspita Dewi, 2017)
Jenis insomnia :
Klasifikasi gangguan tidur menurut International Classification of Sleep Disorder, yaitu dissomnia, parasomnia, gangguan tidur berhubungan dengan gangguan kesehatan atau psikiatri, gangguan tidur yang tidak terklasifikasi (Lisa Puspita Dewi, 2017)
Menurut klasifikasi diagnostic dari World Health Organization (WHO), insomnia dimasukkan dalam golongan Disorders of Iniating andMaintaining Sleep (DIMS), yang secara praktis dikasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder.
Akibat penggunaan media sosial yang terlalu tinggi :
Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja secara langsung mengakibatkan kualitas yang buruk (Resti, 2017). Kualitas tidur adalah kemampuan individu untuk tetap tidur dan mendapatkan jumlah tidur NREM dan REM yang tepat. Tanda – tanda seseorang memiliki kualitas tidur yang baik yaitu tidur tenang, segar saat bangun pagi dan semangat melakukan aktivitas. Kualitas tidur mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan (Syamsoedin, W et al, 2015).
Kualitas tidur buruk yang dialami oleh pengguna media sosial yang tidak aktif dimungkinkan karena adanya faktor lain yang menyebabkan responden mengalami kualitas tidur yang buruk, seperti tugas sekolah dan kegiatan lainnya (Selvia, R, 2021).
Penggunaan media sosial yang intens melalui gadget ataupun smartphone secara berlebihan dapat menyebabkan remaja merasakan kesenangan sendiri dalam mengakses media sosial sehingga menyebabkan mereka kecanduan yang dapat memicu mereka menjadi lebih intens dalam menggunakan media sosial (Lisa Puspita Dewi, 2017).
Insomnia sendiri dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, peningkatan berat badan bahkan bisa sampai obsitas, menyebabkan breakout, membuat badan tidak fresh Ketika bangun tidur.
2. Berdasarkan pengamatan orang lain:
Salah satu teman saya mengalami hal yang sama, menurut mereka pengaruh media sosial terhadap insomnia sangat besar mengapa demikian? Karena, menurut mereka media sosialo memiliki sifat membuat candu.
3. Berdasarkan penelitian yang sudah ada:
Di Indonesia sendiri berdasarkan rilis dari Kementrian Komunikasi dan Informasi pada tahun 2014 jumlah pengguna telah mencapai 82 juta lebih serta menduduki peringkat ke-8 terbesar di dunia. Angka persentasinya mencapai 23%, angka ini terbilang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan penggunaan internet di kawasan Asia Tenggara ataupun Australia.
Tidur merupakan suatu proses fisiologis yang penting bagi kebutuhan fisik manusia. Seseorang tidak bisa bertahan hidup tanpa memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang cukup, karena selama proses tidur terjadi pemulihan sel tubuh untuk mengembalikan kondisi tubuh menjadi seperti semula. Beberapa gangguan tidur yang sering di alami manusia antara lain insomnia, sleep Apnea, parasomnia dan sebagainya (Krisna, 2016)
4. Penjelasan dari literasi:
Penggunaan Media Sosial ini dapat mempengaruhi kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Masalah umum yang sering muncul dalam penggunaan media sosial berupa gejala stress, gelisah, serta terjadinya Insomnia..Penggunaan media sosial dapat menimbulkan efek yang positif maupun negative bagi kesehatan, salah satunya gangguan tidur atau di kenal dengan insomnia.Insomnia merupakan ketidak mampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan tidur baik kualitas maupun kuantitas.
Literatur review menunjukan bahwa ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia, dimana semangkin lama seseorang mengakses media sosial maka waktu tidur seseorang juga akan mengalami gangguan sehingga akan mengakibatkan terjadinya insomnia
Referensi
Sangging, Ni Kadek Marta Ayunita, Heni Setyowati, and Eko Mardiyaningsih. "Hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kecemasan terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi pada siswi kelas VIII DI SMP Negeri 1 Bergas." Jurnal Keperawatan Soedirman 9.2 (2014): 94-102.
Ahmad, Zamril, Yesi Maifita, and Sri Ameliati. "Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa: A Literature Review." Menara Medika 3.1 (2020).
Sugiono, Sugiono, and Nur Anisa DG Sute. "Pengaruh Aktivitas Fisik dan Intensitas Penggunaan Sosial Media terhadap Kejadian Insomnia pada Mahasiswa." Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal 11.4 (2021): 715-720.
Comments
Post a Comment