wilayah kerja IPSI
Wilayah Kerja IPSI.
Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh
wilayah Indonesia. Anggota IPSI terdiri dari perguruan-perguruan Pencak Silat
yang secara sukarela menyatakan menjadi anggota IPSI dan bersedia menyesuaikan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya (AD dan ART-nya) dengan AD dan ART
IPSI. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat, yang
tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengajarkan sekitar 150 aliran (gaya)
Pencak Silat.
Jumlah
perguruan dan aliran Pencak Silat di Indonesia paling banyak jika dibandingkan
dengan jumlah perguruan dan aliran Pencak Silat di negara-negara sumber Pencak
Silat lainnya, yakni Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Karena itu,
Indonesia disebut sebagai negara sumber Pencak Silat yang terbesar.
Aliran Cimande dan Silek Tuo (Minangkabau) adalah
aliran Pencak Silat tua dan besar di Indonesia, yang mempengaruhi banyak aliran
Pencak Silat yang diajarkan di berbagai perguran Pencak Silat di Indonesia
maupun di negara sumber Pencak Silat lainnya.
Lambang Kebesaran IPSI.
1).
Kode
Etik.
Ada 2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia,
yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya Pesilat Indonesia.
Yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya
Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya
sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji, yang naskah lengkapnya
sebagai berikut :
“Prasetya Pesilat Indonesia”
1. Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berbudi pekerti luhur.
2. Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela
dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.
3. Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang cinta Bangsa dan Tanah Air Indonesia.
4. Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang
menjun-jung tinggi persaudaraan dan
persatuan Bangsa.
5. Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa
mengejar kemajuan dan berkepribadian Indonesia.
6. Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang senantiasa
menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.
7. Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.
Selanjutnya, yang disebut pesilat Indonesia adalah Ikrar Pesilat
Indonesia, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri.
Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai
berikut :
”Ikar Pesilat”
1. Pesilat adalah pribadi yang berbudi pekerti luhur.
2. Pesilat adalah manusia yang menghormati sesamanya serta
mencintai persahabatan dan perdamaian.
3. Pesilat adalah manusia yang senantiasa berpikir dan
bertindak positif, kreatif dan dinamis.
4. Pesilat adalah kesatria yang menegakkan kebenaran,
kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan
godaan.
5. Pesilat adalah kesatria yang senantiasa bertanggungjawab atas
kata-kata dan perbuatan-perbuatannya.
Lambang
IPSI.
Lambang
IPSI disusun bersama oleh Yanuarno dan Harsoyo. Yanuarno menyusun gambar
lambang, sedangkan Harsoyo merumuskan makna gambar tersebut. Lambang tersebut
disahkan oleh Munas IPSI tahun 1977.
1). Wujud Lambang ipsi
2). Penjelasan Lambang.
Ada 9 makna lambang IPSI
sebagai berikut:
A. Warna Dasar Putih : berarti
suci dalam amal perbuatan;
B. Warna Merah : berarti
berani dalam kebenaran;
C. Warna Hijau : berarti
ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa, karena selalu
beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat dan syahdu;
D. warna kuning : berarti
bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan
lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa;
E. Bentuk Perisai Segi Lima :
berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila,
serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati;
F. Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah :
berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan
dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti
tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18
lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat
Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara;
G. Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan perikemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan;
H. Ikatanpita berwarna merah Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia; dan
I. Gambar tangan putih di dalam Dasar hijau :
menggambarkan bahwa IPSI
membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik
agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta
berbadan sehat, kuat dan tegap.
Oalhhhh yayayayay
ReplyDeleteThanks infonya
ReplyDeletesangat membantuu , Terimakasih
ReplyDeleteNambah pengetahuan tentang pencak silat.
ReplyDeleteMakasih mba...👍
Mantapp
ReplyDelete